About Me
DAYA TARIK NEGERIKU
DAFTAR PESONA WISATA 2 PULAU NEGERIKU
Diberdayakan oleh Blogger.
Total Tayangan Halaman
"If you fill your heart with regrets of yesterday and the worries of tomorrow, you have no today to be thankful for"
Minggu, 21 Agustus 2011
Pada cerita pertama 1
Seorang remaja umur 22 tahun (Ryan) yang baru pulang dari Jakarta, yang ketika masih kecil dibawa oleh pamanya ke Jakarta. Karena krisis global pamanya bangkrut yang pada akhirnya dia di suruh pulang oleh Pamanya ke Lombok., Setelah segala suatu beres ia pun berangkat.
Saat bertemu pertama kali dengan orang tuanya terjadi benturan kebudayaan/peradaban antar dua generasi, orang tua yang masih memegang prinsip adat istiadat leluhurnya (budaya timur) sementara sang anak yang dibesarkan di Jakarta yang pernah mendapatkan pergaulan kota besar dan hidup ala metropolitan.
Benturan peradaban ini tak dapat dihindari dan menjadi konflik diantara keduanya.
Pada suatu hari Sang Bapak ingin pulang ke Kampung halamanya disebuah desa terpencil di Lombok bagian timur selatan jauh dan harus ditemani oleh anaknya yang baru datang dari Jakarta.
Dengan meggunakan Motor tua miliknya dengan maksud orang tuanya ini ingin sisa hidupnya dapat melihat dan memperlihatkan tempat-tempat bersejarah di pulau Lombok pada anaknya dan sekaligus sang Bapak ingin menanamkan prinsip nilai Timur karena dalam pikiran sang ayah nilai Timur inilah sebaqai benteng terakhir dalam percaturan global dan mengetahui latar belakang nenek moyangnya, sekaligus juga sang Bapak ingin memperlihatkan bangunan Masjid yang indah dan besar serta tempat-temat bersejarah di pulau ini.
Sang Bapak dengan karakter yang feodal menghadapi anaknya dengan prontal dan kadang suka memaksakan kehendak, pada sikap inilah sering kali terjadi perdebatan dan dialog yang panjang menarik sekaligus juga menyakitkan pada sang anak dialog antara Timur dan Barat
Dengan menggunakan sepeda motor tua ia mengelilingi pulau Lombok, sang Bapak bohong kepada anaknya Bahwa perjalanan menuju kampung halamannya membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai di kampungnya namun lebih dari seminggu mereka dalam pejalanan, suka dukapun terjadi pada kedua orang tersebut, kadang mereka melewati jalanan yang sepi, kadang juga ramai, kadang mereka kehausan dan kelaparan, kadang ban motor mereka pecah, bahkan mereka menemukan hal-hal yang sering kali terjadi pada masyarakt, anak-anak remaja yang mengalami kecelakaan, ngebut dan trek-trekan, perempuan sasak yang sudah tidak lagi memakai lambung, Ibu-ibu yang menyetopnya karna tidak bisa menggunakan HP anak-anak kecil yang baru pulang sekolah dengan menyanyikan lagu-lagu pop yang sedang popular dan lain-lain. Karena penderitaan inilah sang anak mencoba memahami Sang Bapak. Si anak mencoba untuk menolongnya ketika ia sakit, mencoba untuk menyelimutinya, kadang mereka terlihat makan satu bungkus nasi berdua, kadang si anak mencoba memasang ikat kepala ayahnya dan sang ayah memegang selayer anaknya.
Cerita yang kedua 2
Seorang perempuan (Wati) yang tinggal di sebuah desa tradisional yang karna serbuan dunia Global si anak perempuan dan ayahnya ini mencoba mengikuti trend mode kekinian (budaya pop) mencoba berbeda dengan teman-teman serta warga kampung lainya. Ia mencoba menggunakan celana jeans, sepatu yang berhak tinggi rok mini dengan you can see dan tank top dan balutan gincu merah dibibirnya dan sebuah hendpone yang ia jadikan kalung, setiap anak remaja yang datang kerumahnya ia anggap kuno dan kolot, sementara Ayahnya membuka penyewaan game plystation dan strum accu (aki) dan tempat penjualan satu-satunya warga kampung itu yang punya parabola dan televisi sehingga rumahnya menjadi tempat anak-anak warga kampung main game, serta pusat strum aki dan tempat menonton TV .
Pada suatu ketika si anak perempuan ini mendapat telpon dari seorang lelaki yang salah sambung yang ia kira Ibunya yang menelpon dari Arab saudi karena Ibunya menjadi TKI. Gadis kampung ini meladeninya untuk bicara. Lewat perkenalannya inilah cerita kemudian berkembang. Pada suatu ketika laki-laki ini datang ke kampung si perempuan dan entah apa yang membuat laki-laki ini jatuh cinta dan si perempuan juga demikian lalu dengan cepat pula si lelaki ini ingin menikahinya. Pada hari yang telah di tentukan ia meminangya dengan segala rayuan kepada orang tua si perempuan. Orang tua perempuan juga dengan cepat mau menerimanya karena desakan si anak, karena laki-laki inilah pilihannya dan lelaki yang tinggal di kota.
Pada suatu ketika si anak perempuan ini mendapat telpon dari seorang lelaki yang salah sambung yang ia kira Ibunya yang menelpon dari Arab saudi karena Ibunya menjadi TKI. Gadis kampung ini meladeninya untuk bicara. Lewat perkenalannya inilah cerita kemudian berkembang. Pada suatu ketika laki-laki ini datang ke kampung si perempuan dan entah apa yang membuat laki-laki ini jatuh cinta dan si perempuan juga demikian lalu dengan cepat pula si lelaki ini ingin menikahinya. Pada hari yang telah di tentukan ia meminangya dengan segala rayuan kepada orang tua si perempuan. Orang tua perempuan juga dengan cepat mau menerimanya karena desakan si anak, karena laki-laki inilah pilihannya dan lelaki yang tinggal di kota.
Keesokan harinya akan dilansungkan pernikahannya si lelaki kota ini tiba-tiba bilang ke calon istrinya bahwa pernikahanya juga akan dihadiri oleh kedua orang tuanya yang akan datang dari kota. Orang tua si perempuan sangat bahagia demikian juga si perempuan tak lama kemudian menjadi cerita yang sangat luar biasa dikampungnya. Si perempuan berlenggang lenggok dengan seribu kegembiraan, senang sekaligus menjadikan iri warga kampung. Lelaki kota ini lalu bilang ke calon istrinya bahwa dia malu melihat calon istrinya ini kalau ia tidak akan menggunakan kalung emas, anting, gelang dan cicin, ia menyuruh calon istrinya untuk meminjam barang sejenak ke keluarganya yang punya. Si perempuan mengiyakan lalu dengan susah payah ia mencari satu persatu ke tetangga samping kiri kanan kadang di tempat yang agak jauh dari rumahnya, dikabarkan oleh seorang warga di kampung sebelah ada kalung emas anting gelang yang lengkap dan lelaki ini merayu calon istrinya untuk pergi meminjam, karena agak jauh pada akhirnya ia pergi pinjam sepeda motor pada tetangga sebelah sebuah sepeda moptor yang baru keluar dari dealer yang ia pinjam, dengan berat warga ini memberikan namun karna hajatan besar iapun diberi.
Sampailah lelaki dan calon istrinya ini di rumah warga yang dimaksud lalu memberikanya kalung emas cincin anting dan gelang. Tak lama kemudian iapun balik ke rumah si perempuan karena pernikahan segera akan dilansungkan kiai, ustad, warga sudah berkumpul di halaman rumahnya. Tiba-tiba lelaki ini seperti mendapat telpon lalu mengangkatnya ia pun bicara. Selesai bicara ia bilang kepada semua undangan dan calon istrinya bahwa orang tuanya ada di pertigaan ia akan pergi menjemputnya. Warga calon istri dan para undangan mengiyakan lalu laki-laki ini dengan cepat naik sepeda motor dan berlalu.
Lama di tunggu lelaki ini tak kunjung datang dan laki-laki kota ini tak benar-benar datang, kacaulah semuanya, sang perempuan calon istri berteriak sejadi jadinya berlari berteriak dan berteriak.
Cerita yang ketiga 3
Adalah seorang gadis desa (Anjani) yang hidup dengan ayahnya yang sudah tua, sedang mengalami sakit sakitan semnjak kematian istrinya dengan penuh kesetiaan dan keihklasan si anak ini merawat orang tuanya dan rela tidak melanjutkan sekolahnya.Walau ia sakit ayahnya tetap pergi mengajar kesebuah sekolah yang diritis berdirinya oleh almarhum Isrtinya,ayahnya semakin sakit ketika ia tidak mapu lagi membujuk anak didiknya karena anak-anak ini lebih tertarik untuk main gimes.Pada suatu ketika pada hari senin Orang tua ini pergi mengajar pagi sekali dan entah kanapa juga ank-anak datang ke skolah cukup banyak terlihat ia senang sekali dan lansung memipin apel upacara bendera ,pada saat upacara bendera itulah sang ayah terjatuh dan meninggal dunia Anjanii sangt terpukul atas kematian ayahnya yang pada akhirnya ia menggantikan ayahnya manjadi guru di kampung itu mendidik anak-anak kampung yang mulai diserang oleh permainan moderen.
Dengan penuh kesadaran dan keihlasan Anjani mengajar ia memperbaiki sekolah tersebut menanamkanya bung-bunga dan jadilah sekolah itu indah dan sangat asyik untuk belajar dan bermain sehingga anak-anak kampung itu sangat asyik beskolah dan warung gims sudah tak menarik lagi buat mereka.Sehingga pada suatu ketika sang anak didik anak pemilik rental game dikampung tersebut membunuh temanya sendiri di lingkungan sekolah karena terinspirasi oleh permainan game,kematian anak didiknya mmebuat ia sangt terpukul melebihi kematian almarhum Bapaknya Anjani tak kuasa menahan teriakan histerisn
ya dan inilah yang menyeretnya masuk penjara.
ya dan inilah yang menyeretnya masuk penjara.
Mejelang berapa hari (Anjani) di tahanan datanglah paman dan anaknya dengan menggunakan sepeda motor tua datang dari kota dengan penuh kegembiraan dia sampai dirumah saudaranya namun tak satupun yang dia temukan hingga datanglah seorang warga memberi tahu kalo saudaranya telah meninggal dunia dan anaknya dipenjara karena sebab anak didiknya membunuh temanya sendiri di lingkungan sekolah.
Maka dengan berbagai macam cara ia berusaha mengeluarkannya dari penjara lobi sana sini yang pada akhirnya ia di keluarkan dari penjara sebelum sidang dilansungkan dan menangkap pemilik warung game yang ada dikampung tersebut Bapak dari anak yang membunuh.
Setelah keluar dari penjara iapun di nikahkan dengan misannya pada hari iring-iringan (nyongkolan adat sasak) ia mengundang kurang lebih sepuluh barungan (Kelompok) gendang beleq dan pada malam harinya, ia mengadakan pertunjukan kesenian tradisional, seperti baca hikayat, lontar, nyaer, bodrah, rudat Jangger dan lain-lain .
Setelah keluar dari penjara iapun di nikahkan dengan misannya pada hari iring-iringan (nyongkolan adat sasak) ia mengundang kurang lebih sepuluh barungan (Kelompok) gendang beleq dan pada malam harinya, ia mengadakan pertunjukan kesenian tradisional, seperti baca hikayat, lontar, nyaer, bodrah, rudat Jangger dan lain-lain .
